| Kembali |
| Nomor Perkara | Penuntut Umum | Terdakwa | Status Perkara |
| 9/Pid.B/2026/PN Bli | 1.NI MADE ARYANI, S.H. 2.DUDHY AGUNG WICAKSONO, S.H. |
JERO URIP | Persidangan |
| Tanggal Pendaftaran | Selasa, 10 Mar. 2026 | ||||||
| Klasifikasi Perkara | Penganiayaan | ||||||
| Nomor Perkara | 9/Pid.B/2026/PN Bli | ||||||
| Tanggal Surat Pelimpahan | Rabu, 04 Mar. 2026 | ||||||
| Nomor Surat Pelimpahan | B-315B/N.1.13/Eoh.2/03/2026 | ||||||
| Penuntut Umum |
|
||||||
| Terdakwa |
|
||||||
| Penasihat Hukum Terdakwa | |||||||
| Anak Korban | |||||||
| Dakwaan | Dakwaan : ------ Bahwa terdakwa JERO URIP pada hari Sabtu tanggal 03 Januari 2026 sekira pukul 08.30 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Januari Tahun 2026 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam Tahun 2026 bertempat di Pos Ojek Pendakian Gunung Batur Tukad Gede di Areal Gunung Batur, Kec. Kintamani, Kab. Bangli atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Bangli yang berwenang memeriksa dan mengadili, melakukan penganiayaan terhadap saksi korban NI KADEK SUKERTI, perbuatan mana terdakwa lakukan dengan cara-cara sebagai berikut : - Bahwa berawal pada hari Sabtu tanggal 03 Januari 2026 sekira pukul 08.00 WITA terdakwa menerima telpon dari istri terdakwa yaitu saksi JERO ARI WARDANI yang meminta terdakwa untuk datang ke Pos Ojek Gunung Batur karena saksi JERO ARI WARDANI terlibat perselisihan/cekcok dengan saksi NENGAH YUDI, selanjutnya dengan dibonceng oleh seseorang yang bernama WAYAN SULANG terdakwa menuju ke lokasi yang dimaksud, sekira pukul 08.30 WITA terdakwa tiba di pos ojek tersebut dan bertemu dengan saksi NENGAH YUDI dan saksi JERO ARI WARDANI, kemudian terdakwa bertanya : “Men engken permasalahane pang tawang permasalahane kangguang adeng-adeng pangsing maluan liwat” yang artinya “Bagaimana permasalahannya biar tahu coba pelan-pelan”, kemudian saksi NENGAH YUDI menjelaskan permasalahan dengan saksi JERO ARI WARDANA terkait uang komisi ojek dan saksi NENGAH YUDI kembali berkata : “Awak ngelah hak abedik ngaji nagih berkuasa dini, ngaji ngedeang keneh ngaji care ya ne paling berkuasa dini” yang artinya “Kamu cuman punya hak sedikit di sini jangan sok berkuasa jangan sombong di sini”, setelah itu terdakwa mengabaikan perkataan saksi NENGAH YUDI, lalu terdakwa beralih mengobrol dengan ayahnya NENGAH YUDI yaitu saksi WAYAN DER dan terdakwa berkata : “Bli, adeng-adeng malu bline anggon awak ajak nyama yen wenten napi-napi sareng-sareng karena ten wenten napi yen napi wenten pekaryan atau penghasilan sareng-sareng masih” yang artinya “Bli pelan-pelan dulu kamu sudah saya anggap sebagai saudara kalau ada apa-apa agar bersama-sama karena kita tidak ada apa-apa kalau ada pekerjaan atau penghasilan agar sama-sama juga”, kemudian saksi WAYAN DER berkata : “Yen Jero sing ade hak dini sing ingetang ke timpale ditu ajak megae mare orange kar teke bapak ya langsung suud terus jero awak sing ngelah hak awak sing bani bogolan sing ngelah hak dini len kin beli awak bani bogolan bani mati ngetohin rurunge ne” yang artinya “Kalau Jero tidak ada hak disini ingat dulu waktu dulu diajak bekerja tapi pak berhenti beda dengan saya yang berani mati menjaga jalur ojek ini” selanjutnya saksi NENGAH YUDI berkata dengan emosi : “Gamene matiang pangsing ade dini” yang artinya “Apakah perlu saya bunuh biar tidak ada disini” setelah itu terjadi adu mulut antara terdakwa dengan saksi NENGAH YUDI dan terdakwa terpancing emosi lalu dengan menggunakan tangan kanan terdakwa mengambil 1 (satu) buah helm berwarna cokelat dan melempar helm tersebut ke arah saksi NENGAH YUDI namun meleset tidak mengenai saksi NENGAH YUDI, lalu saksi NENGAH YUDI berusaha melawan dengan menggunakan sapu lidi, kemudian terdakwa kembali mengambil 1 (satu) buah helm berwarna merah yang ada di balai pos ojek lalu melempar helm tersebut ke arah saksi NENGAH YUDI, namun helm tersebut malah mengenai kepala saksi korban NI KADEK SUKERTI (isteri dari saksi NENGAH YUDI) yang saat itu berada di sebelah saksi NENGAH YUDI yang berjarak kurang lebih 3 (tiga) meter dari terdakwa.
-------------- Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 466 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. ------------------------ |
||||||
| Pihak Dipublikasikan | Ya |
